Jumat, 25 Mei 2012

UJIAN TENGAH SEMESTER


UJIAN TENGAH SEMESTER
Mata Kuliah              : Kewirausahaan
Hari/Tanggal             : Rabu, 7 Maret 2012
Nama                          : Abdi silaban
No mahasiswa            : 11B2013

Jawablah soal-soal di bawah ini dengan pemahaman anda sendiri!
1. a.  Coba anda kemukakan tentang konsep kewirausahaan!
Jawaban :  Sampai saat ini konsep kewirausahaan masih terus berkembang. Kewirausahan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya.
Seseorang yang memiliki karakter wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya

    b. Usaha kecil memiliki peran yang strategis  dalam sejarah perkembangan perekonomian di Indonesia. Coba anda jelaskan bagaimana peran usaha kecil dalam mendukung perekonomian secara nasional!
Jawaban : Usaha mikro dan kecil umumnya memiliki keunggulan dalam bidang yang memanfaatkan sumberdaya alam dan padat karya, seperti: pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagangan dan restoran. Usaha menengah memiliki keunggulan dalam penciptaan nilai tambah di sektor hotel, keuangan, persewaan, jasa perusahaan dan kehutanan. Usaha besar memiliki keunggulan dalam industri pengolahan, listrik dan gas, komunikasi dan pertambangan. Hal ini membuktikan usaha mikro, kecil, menengah dan usaha besar di dalam praktiknya saling melengkapi. Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan salah satu bagian penting dalam membangun perekonomian suatu negara ataupun daerah, tidak terkecuali di Indonesia.  Usaha mikro krcil menengah menjadi salah satu prioritas dalam agenda pembangunan di Indonesia hal ini terbukti dari bertahannya sector UKM saat terjadi krisis hebat tahun1998, bila dibandingkan dengan sector lain yang lebih besar justru tidak mampu bertahan dengan adanya krisis. Mudradjad Kuncoro dalam Harian Bisnis Indonesia pada tanggal 21 Oktober 2008 mengemukakan bahwa UKM terbukti tahan terhadap krisis dan mampu survive karena, pertama, tidak memiliki utang luar negeri. Kedua, tidak banyak utang ke perbankan karena mereka dianggap unbankable. Ketiga,menggunakan input lokal. Keempat, berorientasi ekspor.
Pada masa krisis ekonomi yang berkepanjangan, UKM dapat bertahan dan mempunyai potensi untuk berkembang. Dengan demikian UKM dapat dijadikan andalan untuk masa yang akan datang dan harus didukung dengan kebijakan-kebijakan yang kondusif, serta persoalan-persoalan yang menghambat usaha-usaha pemberdayaan UKM harus dihilangkan. Konstitusi kebijakan ekonomi Pemerintah harus menempatkan UKM sebagai prioritas utama dalam pemulihan ekonomi, untuk membuka kesempatan kerja dan mengurangi jumlah pengangguran

2. a. Apakah karakter seorang wirausaha akan mendukung dan menentukan keberhasilan usahanya? Jelaskan pendapat anda!
Jawaban : karakter seorang wirausaha akan mendukung dan menentukan keberhasilan usahanya Untuk menjadi seorang wirausahawan, diperlukan dukungan dari orang lain yang berhubungan dengan bisnis yang kita kelola. Seorang wirausaha harus mau menghadapi tantangan dan resiko yang ada. Resiko dijadikan sebagai pemacu untuk maju, dengan danya resiko, seorang wirausaha akan semakin maju.
Menurut Murphy dan Peek yang diterjemahkan dalam bukunya oleh Bukhari Alam, ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausaha dalam mengembangkan profesinya, yaitu:
a. Kerja keras
Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang ukses menempuh kerja keras yang sungguh – sungguh dalam usahanya.
b. Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. SEorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.
c. Penampilan yang baik
Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin
d. Yakin
Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran
e. Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternative sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.
f. Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha
g. Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik
h. Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.

      b. Sebutkan ciri-ciri karakteristik wirausaha yang harus dimiliki seorang wirausaha!
Jawaban :  karakteristik wirausaha yang wajib dimiliki wirausaha meliputi :
  1. Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
  2. Lebih memilih risiko yang moderat.
  3. Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil
  4. Selalu menghendaki umpan balik yang segera
  5. Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan
  6. Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik .
  7. Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah
  8. Selalu menilai prestasi dengan uang.

3. a. Tulislah sebuah contoh dan uraikan mengenai motivasi seseorang untuk membuka usaha sendiri secara mandiri!
Jawaban :  Kemampuan menangkap peluang bisnis datang dari proses belajar dari memulai usaha bisnis, menjalankan roda bisnis setahap demi setahap dan akhirnya melakukan evaluasi  terhadap usaha bisnis yang dijalankan. Tanpa keberanian untuk memulai suatu usaha bisnis tidak akan pernah punya pengalaman dalam sebuah bisnis pada akhirnya tidak akan memiliki kepekaan menangkap peluang bisnis. Kemampuan menangkap peluang usaha ini biasanya akan terasah seiring dengan perjalanan memulai usaha. Usaha lama yang sudah mapan akan membuka peluang usaha baru, sehingga pelaku akan tergerak untuk Memulai Usaha baru untuk mendukung usaha lama. Salah satu contoh, seorang memulai usaha berdagang  telur asin, ketika usahanya sukses dia akan mencoba memotong rantai distribusi dengan memulai usaha membuat sendiri telur asin sendiri, setelah satu rantai distribusi dikuasai,  selanjutnya ia akan mulai usaha mensuplai sendiri bahan mentah telur asin dan seterusnya. Semua usaha dari hulu sampai hilir dilakukan sendiri sehingga keuntungan menjadi berlipat-lipat.
Bisnis yang berkembang akan memacu untuk memulai usaha yang baru, kuncinya adalah keberanian untuk Memulai Usaha. Orang yang berani mengambil langkah memulai usaha bisnis, jikalau dalam perjalanan usahanya mengalami kegagalan tidak pernah difikirkan terlalu jauh. Kegagalan adalah pelajaran dan cambuk untuk meraih keberhasilan. Ketakutan akan kegagalan justru sering menghinggapi orang-orang berpendidikan tinggi. Karena senantiasa dibayang-bayangi ketakutan akan kegagalan. Ketakutan akan kegagalan  justru menghambat diri untuk memulai usaha. Akhirnya usaha tidak pernah dilakukan.
Sebagian orang merasa nyaman dengan gaji menjadi pegawai di sebuah instansi dengan berbagai macam fasilitas. Tetapi sebagian orang merasa dirinya terbatas jika bekerja pada orang lain, dan lebih bisa berkembang jika memiliki usaha sendiri.  Memulai usaha bisnis harus didasari oleh impian yang muluk-muluk tetapi memulai dengan hal yang kecil, selanjutnya hal yang lebih besar dan pada akhirnya mimpi bisa diraih. Jangan pernah melakukan yang besar jika hal yang kecil belum bisa dikerjakan. Maka kata kunci pertama dalam merintis suatu usaha adalah KEBERANIAN untuk Memulai Usaha

     b. Coba anda kemukakan bagaimana seorang wirausaha yang memiliki karakter semangat yang tinggi!
Jawaban :  wirausaha yang memiliki karakter semangat yang tinggi dan komitmen yang tinggi pula. Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapka, Salah satu jawaban kunci suksesnya adakah KEBERANIAN. Orang yang berpendidikan rendah sering lebih Berani mengambil resiko dibandingkan dengan orang lain. Dia lebih berani untuk Memulai Suatu Usaha tanpa banyak pertimbangan resiko dan analisa yang muluk-muluk. Keberanian dan tekad yang kuat itulah yang menjadi modal pertama dalam memulai suatu usaha/bisnis. Semakin cepat seseorang berani mengambil keputusan untuk Memulai Usaha semakin cepat dia akan suksesNaluri bisnis kadang malah muncul di kalangan orang-orang yang berpendidikan tidak tinggi, meski tidak semua. Naluri untuk menjalankan suatu bisnis didukung keberanian untuk mengambil kesempatan dan bertindak menjadi kunci kesuksesan seseorang. Naluri untuk menangkap peluang bisnis bukanlah sesuatu yang sifatnya begitu saja melekat dalam diri seseorang. 

4.  Bagaimana pendapat anda tentang wirausaha yang berorientasi ke masa depan?
Jawaban : Seorang wirausaha haruslah perspektif, mempunyai visi ke depan, oleh karena itu kontinuitasnya harus dijaga dan pandangan harus ditujukan jauh kedepan. Untuk menghadapi pandangan jauh kedepan , seorang wirausaha akan menyusun perencanaan dan strategi yang matang, agar jelas langkah-langkah yang akan dilaksanakan.

Sedangkan menurut M Scarborough dan Thomas W. Zimerrer dalam Suryana (2003: 14)  mengemukakan delapan karakteristik wirausaha (entrepreneur), yang meliputi, antara lain:
1.      Desire for responsibility, yaitu memilki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. Seorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu mawas diri.
2.       Preference for moderat risk, yaitu lebih memilih resiko yang moderat, artinya ia selalu menghindari resiko, baik yang terlalu rendah maupun resiko yang terlalu tinggi.
3.      Confidence in their ability to success, yaitu percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil.
4.      Desire for immediate feedback, yaitu selalu menghendaki umpan balik yang segera.
5.      High level of energy, yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.
6.      Future orientation, yaitu berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh kedepan.
7.      Skill at organizing, yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
8.      Value of achievement, yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang.

5.  a. Apa pentingnya kepemimpinan bagi seorang wirausaha?
Jawaban : Kepemimpinan adalah proses mengarahkan perilaku orang lain kearah pencapaian suatu tujuan tertentu. Pengarahan dalam hal ini berarti menyebabkan orang lain bertindak dengan cara tertentu atau mengikuti arah tertentu. Wirausahawan yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil memimpin para karyawannya dengan baik. Seorang pemimpin dikatakan berhasil jika percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan, efisiensi yang meningkat dan keberhasilan yang berkesinambungan dari perusahaan.
Para wirausahawan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, mereka mengembangakan gaya kepemimpinan mereka sendiri sesuai dengan karakter pribadi merka dalam memajukan perusahaannya.

     b. Mengapa seorang pemimpin harus bersikap terbuka dan berjiwa besar?
Jawaban : pemimpin yang tercipta dari rutinitas perilaku etis dan dari rutinitas perilaku berjiwa besar dalam sikap baik, akan menjadi dasar untuk memberikan rasa senang dan puas kepada pelanggan






Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan

PEMBUATAN GET_GO CASSAVA



DISUSUN OLEH
ABDI SILABAN
11B2013


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL JAMBI
JAMBI 2011/2012

PENDAHULUAN
Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Adapun ide yang akan saya angkat disini adalah “PEMBUATAN GET_GO CASSAVA
”. Dalam memulai usaha ini terdapat banyak kemudahan, terutama bagi para pemula untuk dapat memulai usaha baru. Dengan modal yang kecil, dengan mudah kita dapat memulai usaha ini. Dimana bahan baku yang mudah didapatkan dan murah. Serta peralatan yang dibutuhkan yang tidak terlalu rumit. Hanya saja perlu kreatifitas tinggi untuk membuatnya sehingga didapatkan produk yang menarik.
Disamping itu bahan baku singkong yang mudah didapat dapat membantu kelangsungan usaha ini, sehingga tidak terkandala dengan bahan  baku dan tingginya biaya produksi.


Penulis







I.              PENDAHULUAN
Get_go Cassava merupakan usaha makanan yang bahan dasarnya terbuat dari
singkong (Manihot utilisma). Makanan ini untuk meningkatkan pemanfaatan pengolahan singkong menjadi produk yang bernilai jual dan menjadi variasi pada hasil olahan singkong. Produk olahan singkong ini berupa getuk goreng yang bahan dasarnya dipadukan dengan kelapa dan daun pandan.
Singkong (Manihot utillisima) merupakan salah satu tanaman pangan yang
banyak terdapat di Indonesia dan tanaman ini mudah untuk dibudidayakan hampir diseluruh daerah di Indonesia. Singkong juga kaya akan karbohidrat dan mudah diolah menjadi produk makanan. Bahan dasar makanan Get_go cassava ini adalah singkong selain itu menggunakan kelapa yang setengah tua dan dipadukan dengan aroma daun pandan, dimana telah kita ketahui bahwa makanan ini dapat dengan mudah diperoleh. Produksi Get_go Cassava ini dilakukan didaerah Sekaran sekitar lingkungan yang terdapat banyak sekali singkong. Hal ini juga merupakan salah satu alasan memilih singkong sebagai bahan dasar pembuatan produk Get_go Cassava. Adapun klasifikasi dari Singkong tersebut adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisio            : Magnoliophyta
Class               : Magnoliopsida
Ordo               : Euphorbiales
Familia            : Euphorbiaciae
Genus             : Manihot
Species           : Manihot utilissima
Dari segi pemasaran sudah ada banyak produk singkong yang dijual di pasar maupun toko-toko makanan. Untuk itu kami mencoba untuk membuat Get_go Cassava yang berbahan dasar singkong, dimana bahan dasarnya mudah untuk diperoleh, harganya terjangkau oleh masyarakat dengan kandungan gizi dan rasa yang tidak kalah dari produk singkong yang lain. Selain itu pembuatan Get_go Cassava ini akan membuka peluang bisnis atau usaha sampingan penduduk di sela-sela kesibukan untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dan menambah penghasilan penduduk.

II.      IDENTITAS PEMILIK
§  Nama                  : Abdi Silaban
§  TTL                     : Teluk Sialang,11 November 1989
§  Alamat    : Jl.Lintas Kuala Tungkal_Jambi Km 21 Mekar jaya kec.betara,Kuala Tungkal
§  Jenis Kelamin      : Laki-laki
§  CP                       : 085266554407, PIN 312AFB59, Twitter :@Abdhie_Lontar
§  Pen. Terakhir       : DIII Kimia Industri
§  Pelatihan             : Program Kewira Usahaan (PMW) Universitas Jambi 2010


  
III.             DATA PERUSAHAAN
§  Nama Perusahaan : Abdhie Titanium Grup
§  Alamat Kantor     : Jl.Lintas Kuala Tungkal_Jambi Km 21 Mekar jaya kec.betara,Kuala Tungkal
§  Bidang Usaha      : Makanan Ringan
§  Bank                     : Sinarmas 0002986547
§  Berdiri                  : 11 November 2011
§  Susunan Pengurus
Direktur    : Abdi Silaban
Sekjen      : Elgo Yohanes
Tim Kreatif : Sandika Bradinata


IV.   ASPEK PRODUKSI
Produksi
1. Bahan dan Alat Produksi
Usaha pembuatan Get_go Cassava membutuhkan bahan baku berupa singkong. Bahan baku tersebut tersedia cukup melimpah dan mudah untuk didapatkan. Bahan pendukung antara lain air, kelapa, gula jawa, tepung beras, garam, daun pandan. Peralatan yang digunakan antara lain kompor, panci, pisau, talenan, baskom, loyang, plastik pembungkus, kertas minyak, kertas warna, wajan, dan parutan.




Tabel. Kebutuhan Peralatan
No
Nama Barang
Jumlah
Harga Satuan
Harga
1
Sewa Kompor
1 buah
Rp. 5.000,00
Rp. 5.000,00
2
Sewa Panci Kukus
1 buah
Rp. 3.000,00
Rp. 3.000,00
3
Sewa Baskom
2 buah
Rp.    500,00
Rp. 1.000,00
4
Stainless Steel knife
1 buah
Rp. 2.000,00
Rp. 2.000,00
5
Sewa Talenan Plastik
1 buah
Rp. 1.000,00
Rp. 1.000,00
6
Kertas Minyak
3 lembar
Rp.    700,00
Rp. 2.100,00
7
Plastik Pembungkus
2 pack
Rp. 1.500,00
Rp. 3.000,00
8
Kertas Warna
2 lembar
Rp.    200,00
Rp.     400,00
9
Sewa Loyang
1 buah
Rp. 1.000,00
Rp. 1.000,00
10
Parutan
1 buah
Rp. 2.000,00
Rp. 2.000,00
11
Sewa Wajan
1 buah
Rp. 1.000,00
Rp. 1.000,00
12
Sewa Alat PEnggorengan
1 set
Rp. 2.000,00
Rp. 2.000,00

JUMLAH


Rp. 23.500,00

Tabel kebutuhan bahan baku dan pendukung tiap produksi
No
Nama Barang
Jumlah
Harga
1
Singkong
3 kg
Rp. 6.000,00
2
Gula Jawa
¾ kg
Rp. 6.000,00
3
Garam
1 bungkus
Rp.    500,00
4
Kelapa
1 buah
Rp. 3.000,00
5
Tepung Beras
1 bungkus
Rp. 1.500,00
6
Minyak Goreng
1 kg
Rp. 6.000,00
7
Daun Pandan
1 ikat
Rp.     500,00
8
Minyak Tanah
1 liter
Rp. 7.000,00

JUMLAH

Rp. 30.500,00



2. Proses Produksi
Proses pembuatan Get_go Cassava cukup mudah, adapun cara pembuatannya yaitu:
1)     Mengupas singkong, kemudian dicuci lalu dipotong-potong.
2)     Mengukus singkong dan memasukkan beberapa helai daun pandan sampai setengah matang, kemudian memasukkan parutan kelapa di atas singkong dan ditaburi garam secukupnya.
3)     Setelah singkong dan parutan kelapa matang, kemudian mengangkat singkong dan menumbuknya sampai halus.
4)     Menyiapkan rebusan gula jawa yang diberi beberapa helai daun pandan dan garam secukupnya, kemudian mengaduknya sampai mengental.
5)     Mencampur adonan singkong yang sudah ditumbuk dengan rebusan gula jawa sampai merata.
6)     Memasukkan adonan ke dalam loyang, kemudian dipadatkan dan ditaburi dengan tepung beras sampai rata pada kedua sisinya.
7)     Memotong adonan menjadi kotak-kotak.
8)     Menggoreng adonan sampai berwarna kecoklatan, kemudian mengangkatnya dan tiriskan.
9)     Membungkus dan mengemas getuk goreng dengan kertas minyak.
10)Produk Get_go Cassava siap dipasarkan.
3. Kapasitas Produksi
Kapasitas produksi yang direncanakan adalah sebanyak 130 bungkus setiap 1 kali produksi.

V.      ASPEK PEMASARAN
Model bisnis yang dijalankan perusahaan ada 2 yaitu model jual langsung dan model komunitas. Model jual langsung dilakukan dengan cara menjual produk langsung ke tangan konsumen dan untuk model komunitas dilakukan dengan memanfaatkan tempat pemasaran yang sudah ada seperti warung, toko-toko makanan.
1. Sasaran Pemasaran
Konsumen sebagai pengguna produk yang menjadi target pemasaran adalah masyarakat sekitar, selain itu pedagang warung makan di sekitar kampus dan kos-kosan.
2. Strategi Pemasaran
a. Produk
Produk Get_go Cassava sangat cocok untuk makanan pendamping kopi atau the disamping itu makanan ini tidak menggunakan bahan pengawet dan aman dikonsumsi untuk menarik minat produk makanan Get_go Cassava dikemas dan disajikan menarik, praktis, dan siap dimakan.
b. Harga Jual
Harga jual produk disesuaikan dengan harga pasar yaitu sebesar Rp. 500,00
perbungkus. Dengan rasa dan tampilan menarik Get_go Cassava ini dapat menarik minat para konsumen dan juga kaya akan karbohidrat serta sebagai makanan penunda lapar.
c. Promosi
Promosi Get_go Cassava dilakukan dengan mendatangi konsumen secara langsung yaitu dengan menawarkan produk tersebut ke warung makan dan kos-kosan.
d. Sistem Pemasaran dan Distribusi
Pemasaran produksi dimulai dari warung makan di sekitar kampus dan di sekitar koskosan, selain itu dengan dititipkan di kos-kosan mahasiswa, relasi dan para pemilik warung dan mahasiswa yang tinggal di kos-kosan tersebut.


VI.   ASPEK KEUANGAN
Keuangan
1. Biaya untuk memulai Bisnis
Kebutuhan modal untuk memulai usaha adalah sebesar Rp. 69.000,00. Dana tersebut dialokasikan untuk kebutuhan pengeluaran awal produksi. Berikut ini adalah rincian kebutuhan awal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha pada awal produksi Get_go Cassava.


Kebutuhan Modal Awal pada Bulan Pertama
Usaha Get_go Cassava
1.      Investasi yang diperlukan Biaya Produk
No
Nama Barang
Jumlah
Harga Satuan
Harga
1
Sewa Kompor
1 buah
Rp. 5.000,00
Rp. 5.000,00
2
Sewa Panci Kukus
1 buah
Rp. 3.000,00
Rp. 3.000,00
3
Sewa Baskom
2 buah
Rp.    500,00
Rp. 1.000,00
4
Stainless Steel knife
1 buah
Rp. 2.000,00
Rp. 2.000,00
5
Sewa Talenan Plastik
1 buah
Rp. 1.000,00
Rp. 1.000,00
6
Kertas Minyak
3 lembar
Rp.    700,00
Rp. 2.100,00
7
Plastik Pembungkus
2 pack
Rp. 1.500,00
Rp. 3.000,00
8
Kertas Warna
2 lembar
Rp.    200,00
Rp.     400,00
9
Sewa Loyang
1 buah
Rp. 1.000,00
Rp. 1.000,00
10
Parutan
1 buah
Rp. 2.000,00
Rp. 2.000,00
11
Sewa Wajan
1 buah
Rp. 1.000,00
Rp. 1.000,00
12
Sewa Alat PEnggorengan
1 set
Rp. 2.000,00
Rp. 2.000,00
Total kebutuhan peralatan
Rp. 23.500,00
Total investasi awal yang dibutuhkan
Rp. 23.500,00

MODAL KERJA
No
Nama Barang
Jumlah
Harga Satuan
Total Harga
1
Singkong
3 kg
Rp. 2.000,00
Rp. 6.000,00
2
Gula Jawa
¾ kg
Rp. 6.000,00
Rp. 6.000,00
3
Garam
1 bks
Rp.    500,00
Rp.    500,00
4
Kelapa
1 buah
Rp. 3.000,00
Rp. 3.000,00
5
Tepung Beras
1 bks
Rp. 1.500,00
Rp. 1.500,00
6
Minyak Goreng
1 kg
Rp. 6.000,00
Rp. 6.000,00
7
Daun Pandan
1 ikat
Rp.     500,00
Rp.     500,00
8
Minyak Tanah
1 liter
Rp. 7.000,00
Rp. 7.000,00
Total kebutuhan biaya untuk pembelian bahan per produksi
Rp. 30.500,00
Total biaya bahan pokok dan pendukung
Rp. 54.000,00
Biaya transportasi
Rp. 10.000,00
Biaya listrik
Rp.   5.000,00
Total modal awal yang dibutuhkan
Rp. 69.000,00
Kebutuhan modal awal untuk memulai usaha sebesar Rp.  69.000,00
.
2.      Proyeksi Rugi / Laba
Proyeksi rugi-laba dalam satu kali produksi usaha
PENDAPATAN
TOTAL
1
Total Penjualan
Rp. 65.000,00

Total Pendapatan
Rp. 65.000,00
Biaya Produksi
TOTAL
1
Biaya Variabel (variable cost)
Rp. 30.500,00

Biaya Bahan Baku &  Bahan Pendukung
Rp. 30.500,00

Biaya Tetap (Fixed Cost)
Rp. 10.000,00

Biaya Transportasi
Rp.   5.000,00

Biaya Listrik
Rp. 15.000,00

Total Biaya Tetap
Rp. 15.000,00

Total Biaya Produksi
Rp. 45.500,00
Laba
Rp. 19.500,00






3.      Proyeksi BEP (Break Event Point)
Uraian
Total
PENJUALAN
1
130 bungkus
Rp.       65.000,00

Total Penjualan
Rp.       65.000,00
BIAYA VARIABEL
1
Biaya Bahan Baku dan Pendukung
Rp.       30.500,00

Total Biaya Variabel
Rp.       30.500,00
BIAYA TETAP
1
Biaya Transportasi
Rp.       10.000,00

Biaya Listrik
Rp.          5.000,00

Total Biaya Tetap
Rp.       15.000,00
BEP = FC / 1-(VC/Pendapatan)
Rp.       28.259,00

4.      Proyeksi Profit/Benefit of Coast Ratio (BC RATIO)
Penjualan
Total
1
Pendapatan penjualan
Rp.      65.000,00

Total pendapatan
Rp.      65.000,00
Biaya Produksi
Total
1
Biaya Variabel


Biaya Bahan Baku dan Pendukung
Rp.      30.500,00

Total Biaya Variabel
Rp.       30.500,00
2
Biaya Tetap
Rp.       15.000,00

Biaya Transportasi
Rp.       10.000,00

Biaya Listrik
Rp.        5.000,00

Total Biaya Tetap
Rp.       15.000,00

Total Biaya Produksi
Rp.       45.500,00
B/C RATIO = Pendapatan Penjualan/Biaya Produksi
Rp.         1.428,00
Usaha get go casasava  layak dijalankan karena B/C Ratio > 1, yaitu 1.42

VII. PUSTAKA